Blog Review

01 Januari 2009
Berpikir Positif

Banyak cara dilakukan manusia untuk mengejar kebahagiaan dalam hidup, salah satunya adalah dengan berpikir positif. Berpikir positif adalah suatu sikap mental yang membawa pikiran, perkataan, visualisasi dan imaginasi kita ke arah yang lebih baik, lebih maju, lebih bertumbuh dan lebih sukses. Banyak studi membuktikan bahwa bahasa tubuh kita mencerminkan apa yang kita rasakan di dalam hati dan pikiran. Dan sebaliknya, pada saat pikiran kita dipenuhi hal-hal yang positif, semuanya bisa mendatangkan kebahagiaan, kesejahteraan, kedamaian, kenyamanan bahkan kesehatan.
 
Hal inilah yang ditekankan pada dua lukisan saya kali ini, bahwa pikiran positif yang divisualisasikan lewat seni gambar bisa mengarahkan orang pada rasa syukur, yang pada akhirnya akan mendatangkan kebahagiaan dan kesehatan. Atau dengan kata lain, menikmati suatu karya seni bisa mendatangkan kesembuhan. Lewat dua karya yang dipajang di National University (NUH) Singapore serta Cancer Care Clinic (CCC) – USA, saya mencoba berbagi kebahagiaan dan semangat untuk hidup.
 
Lukisan pertama berjudul “Silent!Listen!” dengan gambar dua telinga besar dan di bawahnya satu mulut yang dipaku dengan papan, dan dipajang di CCC - Avenue South, Great Falls, MT.
 
Dari kiri ke kanan adalah foto: Lisa O'Brien, Dr. Thomas, Warr, Dr. Karl Guter, Christine Kowalski - Director of oncology.
 
Berikut komentar dari Lisa O’Brien – staf CCC: “Your work is very beautiful and touching.”
 
Lewat lukisan ini, saya ingin mengajak kita semua untuk berdiam sebentar, menutup mulut kita sejenak, untuk menikmati keindahan. Keindahan tumbuhan, binatang dan lingkungan di sekitar kita. Meletakkan sebentar ego kita untuk berbicara dan menggantinya dengan mendengarkan suara orang lain, bahkan suara alam sekitar. Berdiam sejenak membuat kita semua bisa berpikir kembali dengan lebih jernih dan positif, dan dari perenungan tersebut kita akan mendapatkan gairah dan semangat untuk hidup, untuk berjuang melawan penderitaan (termasuk sakit-penyakit).
 
Lukisan kedua yang bergambar sapi sedang melirik rumput tetangganya, menggambarkan manusia sering dikuasai rasa iri berlebihan sehingga kurang bisa melihat berkat dan anugerah yang telah diterimanya. Hanya rasa syukur lah yang bisa membawa kita pada kebahagiaan, khususnya di tengah situasi sulit, tanpa melupakan bahwa manusia harus tetap berusaha semampunya. Rasa syukur akan lebih memotivasi proses kita meraih mimpi. Khususnya untuk para pasien di rumah sakit, rasa syukur sangat diperlukan untuk memperoleh pikiran dan persaan damai yang pada akhirnya bisa membantu proses penyembuhan. Lukisan ini menjadi salah satu koleksi pajangan di NUH – Singapore sejak Januari lalu.
 
Dari kanan ke kiri adalah foto: Ms. Perine Lee, Millie Huang, Caitlin Josephine, NUH nurses


Millie Huang, 01 Januari 2009